Welcome
back millennials…..!
seperti
yang sudah khadijah janjikan bahwa akan ada sefaktor yang kemarin segaja di keep dulu
karna satu dan lain hal tentunya. Jangan Tanya keapa ? of course it didn’t
caused by floods and terrible weather in my area lohh ya Dan today banget nih
netijen yang di rahmati Tuhan akan tau apa saja sih dua faktor tersebut.
Baiklah Khadijah cukupkan saja basa basinya karna kuterlampau yakin bahwa kalian sudah menunggu-nunggu 1 hal yang tidak kita sadari setelah penggunaan istilah jaman now check this out
1. Menimbulkan emosi
Dengan membiasakan hal yang tidak biasa ini (mungkin sebagian kecil orang saja yang terbiasa, tapisisanya tidak) nah bagi mereka bisa muda mudi atau orang dewasa yang berasal dari daerah yang mendengar desas desusnya tentang bahasanya saja sudah jijik apalagi ketika mendengar langsung katakanlah solo dan yogya bukan tidak mungkin akan memberi feedback dengan tidak sewajarnya bahkan dengan membabi buta terhadap orang yang berucap kotor tersebut tanpa bertanya terlebih dahulu kepada siapa atau object yang diajak bicara. seperti halnya
a. di dalam
kelas dan millenials niatnya hanya berbicara kepada teman yang sudah akrabnya kebangettan
tetapi tetapi di kelas Tidak hanya di huni oleh kalin and the gangz kan. Takutnya
salah satu pendengarnya punya masalah dalam menahan amarah maka kalianlah yang
akan di sakiti atau di bikin kapoklah istilahnya.
b. dan jika
kalian Tanya apa hubungannya dengan kesehatan mental? Nah sebenarnya yang dapat
menimbulkan kerusakan mental adalah mereka-mereka yang tidak expressif dan lebih
memilih menahan amarahnya daripada melabrak seperti contoh A.
cukuplah sudah
pembahasan diatas tetapi jika Berbicara remaja jaman sekarang yang kemampuan memainkan
technology dan mengutak atik medsos yang sudah tidak di ragukan lagi lah thumbs
up deh buat kalian, maka jangan heran
jika tidak hanya style yang harus up to date tetapi bahasanya dan istilah juga
harus kekinian gitu loh . sampai-sampai millenials dibutakan dengan makna yang
sesungguhnya dari bahasa keren tersebut atau sebagian dari kalian perpikir “yauda
lah yang penting gua happening getoh persetan dengan emak bapak, nenek eyang
dan ema dari buyut gua yang nganggep ini gasopan ” ada yang gitu gak ya
kira-kira?
In my point of
me itu tergantung kalian hanya kalian tapi setelah 3 faktor yang sudah
diuraikan sepanjang tikar hehe itu pliz banget
pertimbangkan lagi. Meskipun I do bealive bahwa penggunaannya cenderung tidak bertahan
lama karna mungkin tertutup dengan bahasa-bahasa yang lebih baru dan happening
tentunya. Tetapi alangkah lebih baik jika kalian memilah milih mana yang pantas
dan mana yang kurang pantas.

No comments:
Post a Comment